Riwara.id – Tanpa terasa puasa sudah memasuki hari-hari terakhir jelang lebaran 2026, sebagian besar umat muslim memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak ibadah salah satunya adalah melakukan iktikaf di masjid.
Iktikaf menjadi salah satu amalan yang dianjurkan pada 10 hari terakhir Ramadan. Ustaz Adi Hidayat mengatakan, ibadah ini dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW sebagai cara untuk meningkatkan fokus spiritual menjelang akhir bulan suci.
"Sesungguhnya sesuatu yang rutin dikerjakan Nabi, tidak hanya beliau anjurkan, tapi juga beliau praktikkan. Salah satunya di bulan Ramadan adalah kegiatan iktikaf," ujarnya seperti dikutip Riwara.id dari laman YouTube @AdiHidayatOfficial, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menyebut ada dua alasan utama mengapa iktikaf dilakukan pada 10 hari terakhir Ramadan. Pertama, karena pada fase akhir Ramadan biasanya fokus sebagian orang mulai bergeser dari ibadah ke urusan duniawi, seperti mempersiapkan mudik atau kegiatan lainnya.
"Nabi mencontohkan mengencangkan ikat pinggangnya untuk mul ai mengalahkan keinginan dunia. Sepuluh hari ini fokus dulu sampai benar-benar merasa punya Allah," tambahnya.
Alasan kedua, iktikaf menjadi latihan spiritual ketika kondisi iman sedang kuat-kuatnya di bulan Ramadan. Momentum ini dinilai tepat untuk memperkuat kedekatan dengan Allah.
Iktikaf merupakan upaya sungguh-sungguh untuk kembali fokus mengenal Allah hingga seseorang merasakan bahwa dirinya memiliki hubungan yang kuat dengan Sang Pencipta. Dan rasa punya Allah itu dibawa ke kehidupan.
Adi Hidayat menjelaskan beberapa amalan yang dianjurkan selama menjalankan iktikaf di masjid. Pertama, memperbanyak salat. Ia menjelaskan salat menjadi sarana utama untuk membangun hubungan spiritual dengan Allah.
Ia juga menganjurkan agar seseorang memperpanjang sujud dan memanfaatkan momen tersebut untuk berdoa serta mencurahkan berbagai persoalan kepada Allah. Selain salat, umat Muslim juga dianjurkan menyusun program ibadah selama iktikaf agar waktu yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik.
Iktikaf bisa dilakukan dalam dua bentuk, yakni iktikaf penuh siang dan malam, atau iktikaf sebagian waktu, misalnya hanya pada malam hari bagi orang yang tetap harus bekerja di siang hari.
"Nabi memberi kemudahan. Kalau siang masih bekerja, ambil malamnya," terangnya.
Selain memperbanyak ibadah, Adi Hidayat menilai iktikaf jug a menjadi kesempatan untuk mengevaluasi diri. Ia menyarankan setiap orang mencoba menilai kembali peran dalam kehidupannya, baik sebagai anak, orang tua, pasangan, maupun dalam pekerjaan.
"Coba keluarkan ayat-ayat Al-Qur'an yang terkait dengan profesi kehidupan kita. Misalnya bagaimana menjadi anak yang baik, suami yang baik, atau ayah yang baik," ujarnya.
Ia menambahkan, hubungan dengan orang tua juga menjadi salah satu hal penting yang perlu diperbaiki jika seseorang merasa kehidupannya dipenuhi kesulitan. "Kalau menemukan kesulitan yang tidak pernah selesai, cek hubungan dengan orang tua terlebih dahulu," kata Adi Hidayat.
Iktikaf seharusnya tidak membuat seseorang menjauh dari kehidupan, tetapi justru memberikan energi baru untuk menjalani aktivitas dengan lebih baik setelah Ramadan.***


Manfaatkan 10 hari terakhir puasa dengan melakukan berbagai amalan salah satunya melakukan iktikaf di masjid dengan mengamalkan doa doa ini